<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Villa &amp;mdash; cakgrays</title>
    <link>https://cakgrays.writeas.com/tag:Villa</link>
    <description></description>
    <pubDate>Mon, 12 Oct 2026 20:18:51 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Villa Keluarga Draco</title>
      <link>https://cakgrays.writeas.com/villa-keluarga-draco?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Villa Keluarga Draco&#xA;&#xA;Aradean memasuki pekarangan villa dengan tergesa-gesa. Batinnya harap-harap cemas, sebab aroma tubuh Marvian tidak berada disana.&#xA;&#xA;Lantas laki-laki itu melompat pada sebuah balkon dilantai dua, yang mengarah ke kolam renang. Rahang Dean seketika mengeras. Tepat seperti dugaannya, Marvian telah kehilangan kontrol atas dirinya.&#xA;&#xA;&#34;Dean, tolong!&#34; Pekik Anne dibawah kukungan Marvian.&#xA;&#xA;Sekujur tubuhnya bergetar ketakutan. Marvian tampak seolah akan melecehkannya, sebenarnya tidak.&#xA;&#xA;Laki-laki itu tengah kehausan sembari menatap ngeri pada ceruk leher Adrianne. Aredean benci ketika saudaranya itu tengah dikuasai oleh sisi liarnya.&#xA;&#xA;Detik kemudian Aradean meninju wajah milik Marvian hingga laki-laki terjatuh kemudian terbentur sebuah nakas yang letaknya tepat disebelah ranjang tempat Anne tengah berbaring.&#xA;&#xA;Ditariknya tubuh Anne kedalam dekapannya. Mencoba menenangkan gadis yang nafasnya kini terengah-engah itu.&#xA;&#xA;&#34;Lo tunggu disini sebentar, biar gue urus dia.&#34; Ujar Dean sebelum mengalihkan pandangannya kearah Marvian.&#xA;&#xA;Anne hanya mengangguk, sebab lidahnya seperti mati rasa.&#xA;&#xA;Dengan sorot mata seolah siap membunuh laki-laki dihadapannya itu, Aradean menarik kuat kerah pakaian Marvian, membawanya keluar dari ruangan tersebut.&#xA;&#xA;&#34;Lo mau mati hah?!&#34; Seru Dean, lagi-lagi melayangkan tinjunya.&#xA;&#xA;&#34;Gue gak sadar. Sumpah tenggorokan gue tiba-tiba kering Kak. Maaf.&#34;&#xA;&#xA;Marvian bersimpuh tepat dibawah Aradean. Ia sadar jika kebodohannya akan menimbulkan malapetaka, mengingat laki-laki yang tengah berdiri dihadapannya ini adalah Aradean Draco.&#xA;&#xA;&#34;Pergi.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dean sorry, gue rasa dia liat taring gue.&#34; Tutur Marvian hati-hati.&#xA;&#xA;Detik kemudian tubuhnya terjerembab berkat tendangan dari kaki panjang milik Aradean.&#xA;&#xA;&#34;BRENGSEK!&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://cakgrays.writeas.com/tag:Villa" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Villa</span></a> Keluarga Draco</p>

<p>Aradean memasuki pekarangan villa dengan tergesa-gesa. Batinnya harap-harap cemas, sebab aroma tubuh Marvian tidak berada disana.</p>

<p>Lantas laki-laki itu melompat pada sebuah balkon dilantai dua, yang mengarah ke kolam renang. Rahang Dean seketika mengeras. Tepat seperti dugaannya, Marvian telah kehilangan kontrol atas dirinya.</p>

<p>“Dean, tolong!” Pekik Anne dibawah kukungan Marvian.</p>

<p>Sekujur tubuhnya bergetar ketakutan. Marvian tampak seolah akan melecehkannya, sebenarnya tidak.</p>

<p>Laki-laki itu tengah kehausan sembari menatap ngeri pada ceruk leher Adrianne. Aredean benci ketika saudaranya itu tengah dikuasai oleh sisi liarnya.</p>

<p>Detik kemudian Aradean meninju wajah milik Marvian hingga laki-laki terjatuh kemudian terbentur sebuah nakas yang letaknya tepat disebelah ranjang tempat Anne tengah berbaring.</p>

<p>Ditariknya tubuh Anne kedalam dekapannya. Mencoba menenangkan gadis yang nafasnya kini terengah-engah itu.</p>

<p>“Lo tunggu disini sebentar, biar gue urus dia.” Ujar Dean sebelum mengalihkan pandangannya kearah Marvian.</p>

<p>Anne hanya mengangguk, sebab lidahnya seperti mati rasa.</p>

<p>Dengan sorot mata seolah siap membunuh laki-laki dihadapannya itu, Aradean menarik kuat kerah pakaian Marvian, membawanya keluar dari ruangan tersebut.</p>

<p>“Lo mau mati hah?!” Seru Dean, lagi-lagi melayangkan tinjunya.</p>

<p>“Gue gak sadar. Sumpah tenggorokan gue tiba-tiba kering Kak. Maaf.”</p>

<p>Marvian bersimpuh tepat dibawah Aradean. Ia sadar jika kebodohannya akan menimbulkan malapetaka, mengingat laki-laki yang tengah berdiri dihadapannya ini adalah Aradean Draco.</p>

<p>“Pergi.”</p>

<p>“Dean sorry, gue rasa dia liat taring gue.” Tutur Marvian hati-hati.</p>

<p>Detik kemudian tubuhnya terjerembab berkat tendangan dari kaki panjang milik Aradean.</p>

<p>“BRENGSEK!”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://cakgrays.writeas.com/villa-keluarga-draco</guid>
      <pubDate>Sun, 28 Nov 2021 10:03:23 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>